Home » Garam Bali Organik
Petani Garam Bali Organik

Garam Bali organik, proses pembuatan garam di Desa Kusamba yang organik tidak semudah yang kita bayangkan. Petani harus bekerja keras dari pagi hingga sore hari. Hasil yang mereka dapatkan juga tidak banyak. Dalam kondisi terik matahari, per hari hanya mendapatkan 8 -10 kg garam. Kandungan garam air laut Kusamba tidak terlalu tinggi yang membuat proses pembuatan garam tidak mudah dan sederhana. Di bawah ini adalah beberapa langkah bagi para petani lokal untuk mengolah garam organik secara tradisional.

Biasanya petani garam yang ada di Desa Kusamba akan menyiapkan ladang pasir satu hari sebelum atau dini hari sebelum mulai penyiraman. Pasir awalnya diambil dari pantai dan setelah itu mereka selalu menggunakan kembali pasir tersebut setelah disaring oleh air laut.

Ladang Pasir Untuk Garam

Petani garam akan memulai pekerjaan mereka pagi-pagi sekali sekitar pukul 6 sebelum sinar matahari semakin terik. Mereka akan menyirami ldanag pasir yang telah diratakan sebelumnya. Mereka menggunakan alat yang sangat sederhana sekali yang mereka buat dari kayu dan ban bekas untuk mengambil air laut. Sambil berjalan dan membawa air laut ini maka petani itu menyirami ladang pasir ke depan dan ke belakang secara merata. Jarak rata-rata dari pantai ke lapangan pasir yang mereka buat adalah 15-20 meter. Perlu sekitar 35-40 kali untuk mengambil air untuk bisa menyiram semua ladang pasir yang luasnya sekitar 150 meter persegi. Ladang pasir yang sudah disiram akan ditunggu hingga kering.

Petani Garam Bali

Sambil menunggu pasir kering, para petani garam organik ini akan mengosongkan pasir yang ada di bak balok kayu, dengan cara mengeringkan pasir basah yang masih ada di bak balok kayu tersebut dari bekas kemarin. Pasir basah yang di ambil dari bak balok kayu tersebut merupakan pasir bersih sehingga harus diletakkan di tempat yang baik untuk diratakan dan digunakan kembali keesokan harinya. Skitar jam 1 siang para petani garam ini akan mengumpulkan serpihan pasir yang ada paling atas yang sudah mengering kemudian dimasukkan ke dalam bak balok kayu. Tak berhenti sampai di situ, pasir kering yang ditaruh di bak balok kayu tersebut sirami dengan air laut.

Pengumpulan Pasir Kering Untuk Bikin Garam

Pasir kering yang ditaruh di bak balok kayu tersebut dapat digunakan sebagai penyaring air laut. Selanjutnya para petani garam organik ini masih harus mengambil kembali air laut sampai bak balok kayu terisi air laut. Bak balok kayu akan diberi lubang yang diberi pipa kecil di bawahnya untuk mengalirkan air laut yang sudah tersaring. Hasil penyaringan pertama tidak bisa dijadikan garam dan harus disaring berulang-ulang sampai 3 tahap, untuk mendapatkan air yang super asin.

Penyaringan Garam Bali

Air laut yang super asin tersebut yang telah mengalami 3 kali penyaringan ini nantinya akan dikeringkan sehinga menjadi kristal berupa garam organik. Air laut yang super asin tersebut dituangkan ke dalam balok kayu kelapa yang telah dibuat seperti bak yang dangkal. Proses mengkristalkan air laut yang super asin tersebut akan menjadi garam paling cepat dilakukan selama satu jam ketika matahari sangat terik sekali. Kalau cuaca berawan, maka proses ini bisa memakan waktu 2-3 hari. Kalau musim hujan para petani sama sekali tidak bisa membuat garam.

Penjemuran Garam Organik

Setelah air laut mengkristal menjadi garam, para petani garam organik di Desa Kusamba ini siap menuai hasil. Proses pengumpulan garam ini juga masih menggunakan alat-alat yang sangat sederhana. Mereka menggunakan tempurung kelapa yang dibelah untuk menyendok kristal garam tersebut. Untuk mengumpulkan garam petani meletakkan garam di tempat yang terbuat dari anyaman bambu sehinga sisa airnya bisa tersaring. Setelah garam tidak ada lagi tetesan airnya, maka garam siap dipasarkan.

Hasil Petani Garam di Bali

Beberapa tempat wisata lainnya yang menarik dikunjungi dan dekat dengan Garam Bali Organik Desa Kusamba adalah Desa Batubulan, Hutan Kera di Ubud, Tari Barong dan Keris, Tari Kecak Api, Arung Jeram di Sungai Ayung Ubud, Pasar Malam Gianyar, Air Terjun Kanto Lampo, Pasar Ubud, Rumah Tradisional Bali, Pura Gunung Lebah Ubud, Istana Ubud, Pura Saraswati, Desa Celuk, Air Terjun Tegenungan, Air Terjun Tibumana, Air Terjun Tukad Cepung, Bali Swing, Bukit Campuhan Ubud, Pura Kehen, Desa Pengelipuran, Gunung Berapi Kintamani Batur, Gua Gajah, Taman Burung Bali, Teras Sawah Tegallalang, Pura Mata Air Tirta Empul, Tugu Peringatan Raja Gunung Kawi Tampaksiring, Kebun Kopi, Pura Mata Air Sebatu Gunung Kawi, Taman Burung Bali, Kebun Binatang, Taman Kupu-Kupu, Pantai Sanur, Pantai Kuta, Panatai Legian, Pantai Seminyak, Pantai Jimbaran, Pantai Nusa Dua, Pantai Tanjung Benoa Aktivitas Water Sport, Kota Denpasar, Museum Bali, Taman Bajra Sandhi, Pura Puseh Batuan, Desa Seni Ubud, Pura Taman Ayun dan Pura Tanah Lot.

Untuk mengunjungi garam Bali organik Desa Kusamba dan tempat-tempat sekitarnya yang tertera diatas anda dapat mengkombinasikan tournya dengan mengambil Paket Tour Satu Hari Penuh dan Paket Tour Setengah Hari. Atau anda juga dapat mengkombinasikan dengan melakukan Pertualangan Tour lainnya seperti Arung Jeram Rafting di Rafting di Sungai Ayung Ubud, Rafting di Sungai Telaga Waja, Naik ATV, Naik Gajah dan Paket Aktivitas Water Sport.

Garam Bali Organik Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung – Bali.

Email: info@bali-water-sports.com
No HP  081-2395-6828
No Whatsapp 081-2395-6828
Untuk komunikasi yang akurat dan cepat, lebih baik menghubungi kita langsung melalui Whatsapp.

Garam Bali Organik